Nganjuk | Radarjatim.co-Pembangunan jembatan di desa Klagen kecamatan rejoso yang tahap pembangunan bersumber dana dari APBD dan menghabiskan dana sebesar 672.540.000,-terkesan Asal jadi.
Bahwasannya info yang diterima awak media,bahwa pembangunan jembatan desa Klagen saat pemasan
gan pancang,ada salah satu pancang patah,selanjutnya beberapa awak media menuju lokasi jembatan menemui gofur selaku pelaksana untuk konfirmasi terkait info tersebut,oleh gofur,mengatakan bahwa,”pancang yang dikabarkan patah itu sebetulnya tidak patah hanya pecah atasnya bagian kupasannya dan jumlah pancang itu ada 8 yang pecah satu,jawab gofur.
Saat ditanya,mengenai pancang yang pecah,apakah pancang tersebut dilanjut kan pemasangannya?,jawab gofur,”penyebab pancang bagian atas itu pecah dikarenakan saat dipasang pancang tersebut sudah mentok dasar tanah yang paling keras,dan itu sesuai petunjuk dari konsultan gio.
Gio selaku konsultan membenarkan adanya kejadian diproyek tersebut,bahwa yang pecah bagian atas kupasannya,saat disinggung terkait dokumentasi untuk melihat sampai seberapa parah tingkat pecah pancang itu sendiri,jawab gio,”itu ada di ppkom nya ony silahkan langsung hubungi saja.
Tetapi Ony selaku Kabid dan sekaligus ppkom saat dihubungi melalui telpon selular oleh awak media yang saat itu ada dilokasi proyek tidak diangkat,dan tidak ada pegawai dari pihak PUPR yang ada untuk mengawasi pembangunan tersebut.
Menanggapi adanya permasalahan yang ada,salah satu LSM selaku pemerhati pembangunan daerah,menyayangkan pancang yang pecah dipasang kembali,seharusnya pancang tersebut tidak diteruskan dan dipasang tetapi itu juga melihat tingkat kerusakannya, walaupun pecah bagian atasnya saja tetapi kan harus ada kelayak an barang tersebut bisa digunakan atau tidak,kalau memang pecahnya parah ya seharusnya diganti itu bisa mempengaruhi kualitas dan kekuatan dari pembangunan tersebut,jangan sampai bangunan tersebut baru setahun sudah rusak.
(sony)
