GRESIK || RADARJATIM.CO — Sorotan dan keluhan masyarakat Pulau Bawean terkait buruknya kualitas infrastruktur pengaspalan jalan yang dikerjakan Tim URC DPUPTR kabupaten Gresik kembali mencuat. Kali ini, sorotan tajam dan keras diarahkan pada proyek pengaspalan di kawasan Alun-Alun Sangkapura, Kabupaten Gresik yang aspalnya berulang kali meleleh dan membahayakan pengguna jalan.
Ketua LSM GMBI KSM Sangkapura, Junaidi, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima banyak pengaduan dari warga sekitar. Menurut warga, fenomena melelehnya aspal tersebut bukan terjadi sekali, melainkan sudah berkali-kali.
Ironisnya, setiap kali aspal meleleh, pihak terkait hanya menaburkan pasir laut di atasnya sebagai penanganan darurat. Tindakan ini justru menimbulkan masalah baru yang tidak kalah berbahaya.
“Masyarakat mengeluhkan taburan pasir laut bercampur debu tersebut. Selain membuat jalan menjadi licin dan membahayakan pengendara khususnya roda dua debu pasirnya juga mengganggu kesehatan warga. Bahkan, warga harus rela membersihkan debu di halaman rumah mereka setiap hari,” ujar Junaidi, Rabu (16/9/2026).
Junaidi menambahkan, warga membandingkan proyek pengaspalan Dinas Pekerjaan Umum (PU) tersebut dengan pengaspalan yang dikerjakan oleh pihak desa. Hasilnya, kualitas pengaspalan desa dinilai jauh lebih baik dan tahan lama meskipun menggunakan jenis aspal yang serupa.
Saat dikonfirmasi Radarjatim.co, Kepala UPT DPUPTR Bawean Moh. Rizki SE , mengatakan ya aspal kalau kena sinar matahari biasa mengembang, langkah saya taburkan pasir dviatas permukaan aspal yg mengembang tujuannya atau fungsinya agar menyerap kelebihan minyak bitumen, mengurangi kelekatan, dan memberi cengkraman bagi ban kendaraan. Jelasnya.
“Alasan dari PU tidak masuk akal. Pekerjaan pengaspalan di tingkat desa juga sama-sama menggunakan aspal curah, tetapi kualitasnya bagus dan tidak meleleh. Dengan fakta ini, kami menduga kualitas aspal dari proyek PU ini sangat diragukan dan patut dievaluasi,” Kata Junaidi kepada Radarjatim.co.
Atas dasar keluhan dan temuan tersebut, Junaidi atas nama masyarakat Sangkapura mendesak Dinas PU Kabupaten Gresik agar ke depannya lebih selektif dan menggunakan material aspal dengan kualitas terbaik dalam setiap pengerjaan infrastruktur.
Ia mengingatkan bahwa masyarakat memiliki hak penuh untuk ikut serta monitor dan mendapatkan informasi publik: nilai anggaran dan volume proyek dan sistem pengerjaannya, ini sumber dana dari pajak rakyat jangan dibuat mainan untuk cari keuntungan saja bukan dari mbahnya pejabat dinas PU, hingga masyarakat mendapatkan fasilitas jalan yang layak dan aman. Terlebih lagi, anggaran proyek tersebut bersumber dari uang rakyat melalui pajak yang dibayarkan. Tegas Junaidi.
“Masyarakat taat membayar pajak, sudah sepatutnya mereka mendapatkan fasilitas infrastruktur jalan yang berkualitas, bukan justru proyek asal-asalan yang membahayakan keselamatan jiwa,” pungkas Junaidi.
(Red)
