Lokasi are penambangan batu onix liat /bodong’ di Desa Kepuhlegundi kecamatan tambak Bawean (Foto: istimewa/Zakaria)
Bawean | radarjatim.co – Aktifitas penambangan batu onix di Dusun sawah laut desa kepuh legundi kecamatan tambak bawean Gresik menjadi Sorotan penggiat lingkungan bawean.Dampak Kerusakan yang diduga merugikan lingkungan atas kegiatan penambangan tersebut, khususnya mengganggu ketertiban masyarakat sekitar menjadi perhatian.
Penambangan tersebut disinyalir melibatkan Bumdes Legundi Jaya, Desa Kepuhlegundi, Kecamatan tambak.
Alat berat (Beko) yang digunakan untuk melakukan penambangan batu onix liar/bodong (Foto: istimewa/Zakaria)
Ketua Perkumpulan Konservasi Bawean, Muhammad, memastikan bahwa aktifitas penambangan tersebut akan mendapat perhatian khusus dari lembaganya.
Mukje panggilan akrab pegiat lingkungan menambahkan lembaga sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada Dinas ESDM provinsi Jawa Timur, tanggal 26 maret 2025.
Pihaknya juga berencana untuk mengadukan ke Gakkum (Penegakan Hukum) Kementerian Lingkungan Hidup untuk memastikan proses pengawasan dan penegakan hukum lingkungan terhadap dugaan kerusakan lingkungan tersebut.
“Jika memang terbukti ada kerusakan, tentu pelakunya harus ada tindakan tegas dan sesuai aturan. Kami akan terus memantau dan mengawal masalah ini dengan serius,” tegasnya.
Setiap itu perorangan atau badan hukum melakukan penambangan tanpa izin, maka dapat dikenakan sanksi pidana sesuai peraturan Undang-undang pertambangan. Yaitu Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara ( Undang-undang minerba), Undang-undang Nomor 3 Tahun 2020 merupakan perubahan atas Undang-undang minerba.
Kasus dugaan kerusakan lingkungan ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan kelestarian lingkungan hidup di pulau Bawean, tambah Muhammad.
“Kami harap semua pihak harus bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan. Kami akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk menjaga agar sumber daya alam kita tetap lestari demi generasi mendatang,” pungkasnya.
(Kabiro Bawean)
