Tim Pemenangan Capres-Cawapres AMIN Targetkan Kemenangan 62 Persen di Kabupaten Gresik

GRESIK | RADARJATIM.CO – Tim pemenangan pasangan Capres-Cawapres nomor urut 1 Anies Rasyid Baswedan – Muhaimin Iskandar (AMIN) menargetkan perolehan suara di Kabupaten Gresik propinsi Jawa Timur pada Pilpres, Februari 2024 mencapai 62 persen. Selain kuatnya dukungan mesin politik dari partai pengusung dan pendukung, target yang dinilai realitis itu, karena masifnya dukungan sekitar 4 ribu relawan yang tersebar di seluruh wilayah di Kota Santri ini.

Hal itu disampaikan Asisten Tim Nasional Pemenangan AMIN Jazilul Fawaid ditemui seuai meresmikan kantor Sekretariat Bersama (Sekber) Relawan AMIN Gresik di Jalan Ahmad Yani 55 Gresik, Minggu (10/12/2023). Target optimiatis itu sendiri didasarkan kalkulasi politik yang sebelumnya disampaikan Koordinator Sekber Relawan AMIN Gresik Ahmad Effendi.

Hadir dalam peresmian kantor Sekber Relawan AMIN Gresik itu, di antaranya Ketua Tim Pemenangan AMIN Jawa Timur Thoriqul Haq, pimpinan partai pengusung dan pendukung AMIN Gresik dari PKB, PKS, Nasdem, dan Partai Ummat (PU), serta ratusan relawan yang tergabung dalam Sekber yang terdiri atas 9 simpul atau kelompok relawan.

“Tren dukungan masyarakat pemilih kepada pasangan AMIN secara nasional terus naik. Saat ini, hasil survei internal kami, dukungan kepada pasangan AMIN mencapai 35 persen,” kata Jazilul Fawaid yang juga Wakil Ketua Umum DPP PKB ini.

Ia menegaskan, Timnas AMIN dan tim di tingkat provinsi, kabupaten dan kota se-Indonesia akan terus bergerak untuk memenangkan pasangan Anies – Muhaimin. Bukan tanpa alasan upaya memenangkan pasangan Capres/Cawapres nomor urut 1 tersebut. Pasalnya, lanjut Jazil, keduanya merupakan pemimpin ideal, nyaris tanpa jejak digital yang buruk, serta memiliki kelebihan dan keunggulan dibanding dua pasangan lainnya.

“Kami sangat optimis dengan kerja-kerja politik partai koalisi dan tim, dengan waktu coblosan Pilpres kurang dari 2 bulan ini pasangan AMIN bisa tembus 60 persen secara nasional. Sehingga, AMIN akan menang dalam satu putaran,” tandas Wakil Ketua MPR RI ini.

Khusus di Kabupaten Gresik yang merupakan basis Nahdliyin (NU), ia yakin pasangan AMIN yang akan memenangkan pertarungan dan akan memiliki andil kuat dalam pemenangan di Jawa Timur bersama daerah-daerah tapal kuda, seperti Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, hingga Banyuwangi.

“Di Kabupaten Gresik AMiN bisa unggul 62 persen atau meraih 520 ribu suara dari total hak pilih sekitar 900 ribu lebih, sehingga menang satu putaran,” ujarnya.

Ketua Tim Pemenangan AMIN Jawa Timur Thoriqul Haq mengatakan, hasil sementara mapping yang dilakukan menunjukkan, suara dukungan pasangan AMIN di Jawa Timur sangat signifikan, terutama di kawasan Pantura dan tapal kuda. Sementara di kawasan Mataraman, diprediksi akan terjadi persaingan ketat dengan pasangan calon lain yang menjadi rival AMIN.

“Meski ada beberapa daerah merupakan basis pasangan lawan, tapi hasil mapping kami, AMIM tetap unggul, paling tidak 60 persen untuk wilayah JAtim,” papar Thoriq.

Menurut Thoriq, daerah yang menjadi basis kemenangan AMIN, di antaranya terebar di kawaan Pantura, eperti Kabupaten Gresik, Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro. Selain itu, kemenangan juga akan diraih di wilayah Madura, tapal kuda dan beberapa di Mataraman.

Sementara Koordinator Sekber Relawan AMIN Gresik, Ahmad Effendi, menambahkan, pasangan AMIN di Kabupaten Gresik, minimal akan memeroleh kemenangan dengan angka 62 persen. Angka itu menurutnya sangat rasional dalam kalkulasi politik. Ada beberapa variabel yang menguatkannya, di antaranya, Kabupaten Gresik merupakan basis Nahdliyin (NU) yang dibuktikan dengan dominasi kemenangan PKB.

“Belum lagi kekuatan mesin politik dari partai-partai pengusung dan pendukung lainnya, seperti Nasdem, PKS, juga Partai Ummat. Kemudian, relawan Prabowo Subianto pada Pilpres 2019, mayoritas sekarang adalah pendukung AMIN,” tanda Cak Pendik, sapaan akrab Ahmad Effendi, seraya meyakinkan, di Gresik kini sudah bergabung 4 ribuan relawan yang siap bergerak memenangkan AMIN dalam pilpres 2024.

(Red)