BUDAYA  

Tanda Kasih Untuk Mbah Nik (Mbah Rani), Lansia Hidup Sebatang Kara Tanpa Anak dan Saudara

Gresik [radarjatim.co~Warga desa Sukorejo RT.01/RW 01 Kecamatan Kebomas, Gresik, Mbah Rani yang biasa dipanggil Mbah Nik berusia 70 tahun

Beliau hidup sebatang kara sejak di tinggal suaminya yang lebih dulu menghadap Sang Khaliq. Mbah Nik hidup sendirian, tanpa anak atau saudara.

Mbah Nik sebenarnya bukan asli warga Gresik, beliau asli Tulungagung dan datang ke Gresik dan menetap di Pojok (dulu) Sukorejo pada thn 1985.

Dulu suami mbah Nik adalah kusir andong dan rumah yg ditempati mbah Nik sekarang ini adalah masih tanah pemerintah. Namun setelah terkena hujan deras dan angin kencang, atap rumah beliau ambruk dan kondisinya sangat memprihatinkan.

Hal itu yang membuat beliau diungsikan ke rumah isolasi Kampung Tangguh Balai desa Sukorejo sejak tanggal 18 desember 2020. Untuk makan sehari – hari didapat dari sumbangan swadaya dari warga sekitar desa Sukorejo secara bergantian.

Untuk bedah rumah beliau estimasi biaya yang diperlukan antara 30 sampai 40 juta, Kepala desa Sukorejo Bpk. Fathurrohman akan mengusahakan minta bantuan dari beberapa pihak, antara lain dari beberapa teman dekat beliau dan instansi BUMN yaitu Petrokimia yang bersedia membantu biaya bedah rumah mbah nik.

hari ini komunitas Gresik Expresi yang dikomandoi oleh Cacak Gresker menyerahkan donasi untuk mbah nik, dimana donasi dari beberapa member Gresker. “Alhamdulillah donasi yang terkumpul sebesar Rp. 4.250.000 ini bisa sedikit membantu mbah nik sehingga meringankan beban beliau, kami akan terus semangat dalam hal-hal positif seperti ini” ujar beliau.

Senada hal serupa juga dilontarkan oleh kepala desa Sukorejo Bpk Fathurrohman “Semoga semangat dalam kebaikan terus di jaga seperti ini oleh Gresker dan bisa bermanfaat untuk masyarakat”.

Reporter: Iwan