Segerombolan Pemuda Ngabuburit Puasa  Ramadhan Berakhir Ricuh di Desa Lebak 

Gresik {radarjatim.co~Beredarnya video perkelahian beberapa pemuda yang terjadi di Jalan Raya Lebak membuat semua pihak turut prihatin.Video berdurasi pendek berupa keributan itu sudah viral di Media Sosial (Medsos), dan beredar di beberapa Group WA di Pulau Bawean Jawa Timur, Sabtu (30/4)

Pihak aparat penegak hukum di wilayah Kecamatan Sangkapura merespon dengan cepat untuk segera menindaklanjutinya.

Foto teks : Kedua Belah Pihak didampingi oleh masing-masing KADES saat membacakan Surat Pernyataan Bersama untuk tidak mengulangi kembali keributan yang terjadi di Mapolsek Sangkapura.(foto/Fairi-rj)

Diduga perkelaian yang terjadi antara pemuda Dusun Gunungmas Desa Lebak dengan salah satu pemuda yang berinisial I dari Dusun Madhe Desa Pudakit Timur Kecamatan Sangkapura Kabupaten Gresik Jawa Timur itu dipicu adanya kesalahpahaman. Peristiwa tersebut terjadi sekitar Pukul 16:30 WIB di area Mersok Desa Lebak.

Kapolsek Sangkapura, AKP Suja’,i, S.H, melalui Kanit Reskrim Polsek Sangkapura Bripka Hendro beserta anggotanya langsung berkoordinasi dengan Kedua Kepala Desa dan Kepala Dusun untuk menindaklanjuti serta memanggil kedua belah pihak untuk menyelesaikan perkara keributan yang sudah terjadi di Mapolsek Sangkapura. Dihadirkannya para pelaku perkelahian karena sudah membuat keresahan masyarakat dan beredar viral di media sosial, ungkapnya..

Foto teks :Kedua belah pihak saling memaafkan dan berjanji tidak akan mengulangi kembali disaksikan oleh Kanit Reskrim Polsek Sangkapura, Bripka Hendro di Mapolsek Sangkapura.(foto/Fairi-rj)

“Dari hasil penyidikan terkait masalah keributan yang sudah terjadi disebabkan adanya kesalahpahaman dan kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan perkara ini dengan cara kekeluargaan. Keduanya saling memaafkan dan bersedia untuk tidak mengulangi hal yang sama terhadap orang yang sama maupun kepada orang lain. Apabila terbukti melakukan hal yang sama, mereka siap untuk di proses menurut undang-undang dan hukum yang berlaku,” tegas Bripka Hendro.

Bripka Hendro selaku Kanit Reskrim Polsek Sangkapura menegaskan bahwa surat pernyataan kesepakatan bersama dibuat oleh kedua belah pihak yakni Idrus Jailani (18) asal Dusun Madhe Desa Pudakit Timur, Kholil (31) dan Moh. Hairul Anam (16) warga dari Dusun Gunung mas Desa Lebak. Surat kesepakatan bersama dibuat tanpa adanya paksaan dari pihak manapun dan dapat dipertanggung jawabkan serta ditandatangani oleh kedua belah pihak di Mapolsek Sangkapura dengan disaksikan oleh masing-masing Kepala Desa.

Fadal, SH, Kepala Desa Lebak berharap hal ini tidak terjadi lagi terhadap warganya dan pihaknya tidak pernah berhenti memberikan himbauan terhadap warganya untuk tidak terpancing maupun melakukan hal-hal yang bisa membuat masyarakat terganggu dan membuat keributan di wilayah Desanya, tegasnya.

Kepala Desa Pudakit Timur yang baru dilantik, Musaffa menambahkan agar warga untuk tetap menciptakan kondisi yang aman dan kondusif. Hal demikian diperlukan peran orang tua dan masyarakat untuk ikut serta membantu mengatasi kenakalan remaja di wilayahnya. Selain dari pihak aparat penegak hukum di wilayah hukum Sangkapura untuk bersama-sama menjaga untuk menciptakan kondisi yang aman dan tentram, Minggu (1/5/2022).

Fairi ~ Rj