Satlantas Polres Gresik Gelar Bhakti Sosial Dalam Rangka Ops Zebra Semeru 2020

GRESIK [RADARJATIM.CO-Di Masa Pandemi covid-19. Satuan Lalu Lintas Polres Gresik mengajak masyarakat untuk mendisiplinkan diri agar beradaptasi dengan kebiasaan baru untuk mematuhi protokol kesehatan dan tertib berlalu lintas.

Kasat Lantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto. P., S.H., S.I.K. melakukan sholat Jumat berjamaah di Masjid Nurul Islah, Jalan. Dr. Wahidin SHD, Ds. Randuagung, Kecamatan. Kebomas, Kabupaten Gresik. Jawa Timur. Jumat (30/10/2020).

Setelah melaksanakan sholat Jumat berjamaah Kasat Lantas Polres Gresik AKP Yanto Mulyanto. P., S.H., S.I.K. bersama KBO Lantas Polres Gresik IPTU Khairul Alam S.H., M.H. dan Kaurmintu Polres Gresik IPDA Ali Fauzi ,SH beserta personil Polwan Satlantas Polres Gresik membagikan nasi bungkus kepada para jamaah.

Baca Juga :  Terpanggil Belum Pernah Ada Dewan Perempuan dari Gerindra Dapil 9, Lies Farhatin Nazidah Mantapkan Diri Maju Caleg Siap Menang

“Selain itu, Kasat Lantas Polres Gresik memberikan Himbauan kepada para jamaah dan mensosialisasikan kepada masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan agar bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” papar AKP Yanto Mulyanto.

Baca Juga :  Ngeri !! Kembali Kader Partai PPP Berunjuk Rasa

Dalam sosialisasi pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2020 yang dilaksanakan sejak tanggal 26 Oktober sampai dengan 08 Nopember 2020 selama 14 hari dengan menitik beratkan penekanan keselamatan lalu lintas di delapan target Ops.

Utamakan keselamatan di jalan, demi keamanan dan kenyamanan untuk masyarakat sebelumnya, pengendar sepeda motor gunakan Helm SNI dan memakai Masker serta memakai pakaian legan panjang, sesuai Inpres Nomor 6 Tahun 2020 dan Perbup Nomor 22 Tahun 2020 pungkasnya

Baca Juga :  Pemantapan Harkamtibmas Program Prioritas Kapolri Bersama Polsek Dukuh Pakis

Ditambahkan Yanto sapaan akrab Kasatlantas “ Ada tujuh prioritas pelanggaran yang berpotensi menjadi penyebab laka lantas di antaranya: tidak mengenakan helm saat berkendara, melawan arus, melanggar marka dan rambu, melebihi batas kecepatan berkendara dibawa pengaruh alkohol, menggunakan HP saat berkendara, tidak menggunakan sabuk pengaman, dan melebihi batas kecepatan.” pungkas Perwira yang pernah menjadi Kasat lantas Ngawi tersebut.(Red)