Ribuan ASN Galau, di awal Tahun 2024 Belum Gajian, ini Indikator Kinerja Pemkab Gresik Lemah

Gresik || Radarajatim.co – Desas-desus tersendatnya pencairan gaji ASN (Aparatur Sipil Negara) yang menimpa di seluruh OPD (Operator Perangkat Desa), Dalam kejadian ini dikhawatirkan akan menganggu kinerja Pemerintah daerah (Pemda) dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat serta menimbulkan banyaknya pertanyaan mengenai kinerja Pemerintahan Kabupaten Gresik semakin merosot

Bahkan berdasarkan keluhan beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah daerah (Pemda) Gresik, mereka mengatakan pada awal tahun ini harus gigit jari karena gaji yang seharusnya sudah mereka terima di setiap awal bulan, kini tertunda pencairannya.

Bahkan ribuan ASN juga merasa Kebingungan” resah gelisah dan galau” lantaran gaji yang ditunggu-tunggu semestinya telah masuk dalam alokasi pembayaran bulanan.

“Yang kami khawatirkan, belum cairnya gaji imbas dari tidak tercapainya target pendapatan 2023,” Ungkap salah seorang ASN di lingkungan Pemkab Gresik.

Merespon adanya keluhan ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Gresik, Achmad Washil Miftahul Rahman membenarkan bahwa sampai tanggal (05/01/2024) gaji ASN belum ditransfer oleh Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPPKAD).

Baca Juga :  Rumahnya Genap Seminggu Tergenang Banjir, Warga Mengeluh Penanganan Banjir di Gresik Lamban

Beliau beralasan bahwa hal ini dikarenakan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) baru saja melakukan perombakan besar besaran, terutama pada pimpinan (Kepala Dinas) BPPKAD.

“Kepala BPPKAD sebagai Bendahara Umum Daerah (BUD) sebelum melakukan kerjanya harus mengantongi SK pengguna anggaran yang ditandatangani kepala daerah,” Ucapnya.

“Ini murni hanya soal teknis karena ada pergeseran administrasi saja,”tambahnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Gresik, Achmad Washil Miftahul Rahman memperkirakan bahwa tersendatnya gaji ASN tidak ada kendala, gaji ASN akan ditransfer paling cepat awal pekan depan.

Baca Juga :  Dapatkan Program Layanan Kesehatan Hanya dengan KTP di Universal Healt Coverage

Oleh karena itu, pihaknya berharap seluruh pihak supaya bisa memaklumi dan tidak memberikan tafsir yang macam-macam atas terlambatnya pencairan gaji ASN, Pungkas Washil.

Pantauan radarjatim.co dan informasi yang terhimpun banyaknya OPD (Operator Perangkat Desa) yang resah dan mengeluh mengenai Bantuan Keuangan (BK) tahap 2 yang pencairannya mendapatkan dipangkas hingga 50%, yang lebih mencengangkan adapula Bantuan Keuangan (BK) tidak kunjung turun/Cair, dengan indikator ini dapat dinilai kinerja manager Pemda Gresik semakin lemah dan amburadul.

(Rois)

Penulis: Rois