Ratusan Santri Antusias Ikuti Kajian Kitab Kuning Di PP-Nurul Hidayah Al-Baghdady Kedungdung

Sampang| radarjatim.co – Program Pondok Ramadhan di PP-Nurul Hidayah Al-Baghdady disambut antusias oleh ratusan santri dengan mengikuti ragam kegiatan kajian kitab kuning, Selasa 19/03/2024 pagi.

Diketahui, Pondok Pesantren yang terletak di Desa Rohayu, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Jawa-timur ini, dipimpin oleh seorang pengasuh bernama Gus Silahuddin Baghdad, yakni putra pertama dari pendiri Pondok Pesantren islami tersebut (Alm.KH. Baghdady).

Kepada awak media, Gus Silahuddin memaparkan, Pondok Ramadhan merupakan program rutin pada setiap kali bulan puasa tiba, diharapkan dari adanya program tersebut, akan dapat mencetus santri-santri berkualitas dan bermanfaat.

Baca Juga :  Pengaruh Turun Naiknya Harga Komoditi Pangan Terhadap Kehidupan Masyarakat

“Disini Pondok Ramadhan merupakan program rutin pada setiap bulan puasa mas, harapan kami sebagai pengasuh, tentunya supaya bisa mencetak santri-santri berkualitas baik dibidang ilmu agama maupun bidang akhlakul karimah, sehingga bisa bermanfaat bagi agama, bangsa dan negara, “Ucapnya

Lebih lanjut, Gus Silahuddin mengatakan, pihaknya merasa bersyukur lantaran program Pondok Ramadhan tersebut didukung penuh oleh para wali santri serta masyarakat.

“Alhamdulillah program Pondok Ramadhan di PP-Darul Hidayah ini didukung penuh oleh masyarakat dan para wali santri, bahkan beberapa dari mereka ada yang menganjurkan dan meminta untuk diadakan program Pondok Ramadhan, “Pungkasnya.

Baca Juga :  Pelepasan 2 Peserta SMAN 1 Wringinanon Ikuti Raimuna Nasional XII 2023

Sementara Khadimul Ma,had (Gus Suhaimi Baghdad) menambahkan, program Pondok Ramadhan tersebut, diikuti oleh sejumlah santri dari luar daerah bahkan dari luar kota.

“Alhamdulillah santri yang ikut program Pondok Ramadhan ditempat kami ini tidak hanya dari pulau Madura mas, akan tetapi ada beberapa yang berasal dari Surabaya bahkan ada yang dari Jakarta, “Ungkapnya

Baca Juga :  HARLAH Ikatan Santri dan Alumni Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo (IKSASS) ke 35 di Sumenep

Dilain pihak, seorang santri asal Surabaya (Mohammad Nuri) mengaku senang bisa menimba ilmu saat momentum bulan suci Ramadhan, sebab menurutnya, belajar dibulan penuh ampunan tersebut akan cenderung lebih mudah menyerap dan memahami ilmu pelajaran.

“Syukur alhamdulillah, terus terang kami sangat senang bisa berpuasa sambil belajar mas, karena saya yakin belajar dibulan puasa akan lebih mudah untuk menyerap sekaligus memahami ilmu pelajaran yang diajarkan oleh para guru-guru kami, “Serunya

(Korwil Mdr)