BUDAYA  

Proyek Tol KLBM Gresik Hampir Rampung, Disinyalir Warga Setempat Terdampak Covid-19 Belum Dapatkan Bansos Dan CSR

Proyek Tol KLBM Gresik Hampir Rampung, 

Gresik [ Radar Jatim. co- Pembangunan Tol KLBM atau Krian-Legundi- Bunder-Manyar di Kabupaten Gresik hampir rampung, namun warga setempat yang terdampak serta dilewati proyek terkait, di sekitar 8 Desa, hingga hari ini disinyalir belum mendapatkan CSR maupun Bantuan Sosial Terdampak Pandemi Covid-19. Hal ini disampaikan oleh Tokoh Desa Morowudi Kecamatan Cerme Agus ke Tim Media “Selama ini pihak Pelaksana Proyek Jalan Tol KLBM belum memberikan bantuan sosial atau CSR kepada warga Morowudi, pihak proyek hanya sempat memberikan sekitar 100 karung beras, diberikan sebelum Idul Fitri bulan lalu”. Senada juga disampaikan Tokoh Masyarakat Desa Tambak Beras Didin kepada Tim Media “Tambak Beras seingat saya dapat bantuan beras 50 karung serta diberikan sebelum lebaran bulan lalu” (18/06/2020).

Proyek Jalan Tol KLBM Seksi 4 Bunder-Manyar ini, sepanjang 9,39 Km melewati setidaknya 8 Desa di 2 Kecamatan di Kabupaten Gresik, yaitu di Kecamatan Kebomas ada Desa Dahanrejo, kemudian di Kecamatan Cerme ada Desa Banjarsari, Tambak Beras, Pandu, Cerme Lor, Cerme Kidul, Iker-iker Geger, dan Morowudi. Proyek Tol KLBM ini sudah ada sejak Tahun 2017, namun Bantuan Beras hanya diberikan pada saat Puasa Ramadhan 2020 ini, beberapa hari sebelum Hari Raya. Tim Awak Media mencoba mengunjungi Kantor Lapangan Waskita Prescast yang ada di Jalan Raya Cerme masuk Wilayah Tambak Beras. Saat media mendatangi kantor Waskita Prescast, ada 2 satpam dan 1 staf kantor di Pos Penjagaan, saat awak media memperkenalkan diri dan bertanya terkait CSR dan Bantuan Covid-19 bagi warga sekitar, salah satu staf kantor Waskita Prescast menjawab “Maaf pak pimpinan atau humas tidak bisa ditemui, serta kalo bapak punya nomor kontak humas atau pimpinan kami, silahkan bapak hubungi atau bapak punya cara lain untuk dapat kontak humas kami silahkan aja, selanjutnya bapak jangan kesini lagi…”. Maka Tim Media hanya bisa meninggalkan kantor Waskita Prescast, karena tidak bisa mendapatkan informasi apapun.

Sesuai pencarian info oleh Tim Media, maka didapatkan info dari link https://m .detik.com/ finance/infrastruktur/d-4594291/dikejar- rampung-akhir-tahun- proyek-tol-krian-manyar -capai-70, yaitu adanya informasi sebagai berikut , bahwa Proyek Jalan Tol KLBM ini ditandatangani pada Tahun 2016 yang berupa skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), antara Pemerintah atau Kementerian PUPR dengan PT. Waskita Bumi Wira, kemudian pelaksanaannya mulai Semester 1 Tahun 2017, serta nilai investasi sebesar Rp. 12,22 Triliun dengan nilai biaya konstruksi sebesar Rp. 8,4 Trilyun. Waskita Beton Prescast adalah anak perusahaan dari PT. Waskita Bumi Wira.

Kantor Waskita di jln. Raya Dahanrejo Kebomas Gresik

Proyek direncanakan rampung Tahun 2020 ini, sementara Exit Tol yang masuk Desa Jono Kecamatan Cerme masih dalam tahapan finishing, karena di lapangan dapat dilihat masih ada bagian jalan yang belum diaspal dan atau dibangun secara utuh, informasi yang ada tanggal 20 Juni 2020 Jalan Raya Cerme yang masuk Desa Jono, pada bagian Exit Tol KLBM akan ditutup untuk dibangun.

Informasi juga didapat dari warga sekitar Desa Cerme Kidul bernama Lukman mengatakan”Setahu saya selama ini pihak Proyek Tol KLBM belum pernah memberikan Bantuan Covid-19, seperti Alat Semprot, Masker, dan juga Sembako Bantuan Bagi Warga Terdampak Covid-19, hanya sebelum Lebaran Bulan lalu, pihak Proyek Tol KLBM memberikan sekitar 100 karung beras, namun bantuan beras tersebut bukan Bantuan Covid-19″. Sementara itu seorang pemuda di Desa Jono bernama Didik, menyampaikan ke Awak Media “Memang pak saat ini infonya ada pendaftaran online bagi warga sekitar yang mau bekerja di Proyek Exit Tol KLBM, karena sebelumnya memang ada sekitar 6 Warga Desa Tambak Beras yang bekerja di Waskita Beton Prescast, namun perkembangannya tiga orang dirumahkan (Biro Gresik )