BUDAYA  

Proyek Pembangunan Desa di Kecamatan Cerme Gresik Masih Terkendala Proyek Nasional

Beberapa Gundukan pasir di depan Balai Desa Ngabetan untuk rencana perbaikan jalan paving yang rusak akibat volume kendaraan karena dijadikan Jalur Pengalihan Proyek Tol KLBM Seksi 4 Cerme

 

[RADARJATIM. CO- Proyek Pembangunan Desa di Kecamatan Cerme disinyalir masih Terkendala beberapa Proyek Nasional, salah satunya Proyek Tol KLBM Seksi 4, yaitu mulai Desa Dahanrejo Kebomas, menuju Desa Morowudi, namun adanya Pengalihan Jalan Alternatif melalui Desa Semampir dan Ngabetan, maka terlihat beberapa proyek mangkrak.

Seperti Proyek Saluran Irigasi yang membentang hampir 1 km mulai dari Jalan Poros Desa Semampir, kemudian melewati Jalan Alternatif Semampir ke Desa Ngabetan. Pengerukan yang masih dilakukan, sementara Jalan Desa tembus Jalan Desa Ngabetan, penuh sesak kendaraan bermotor. Perbatasan antara Desa Semampir dengan Desa Ngabetan dipisah oleh rel kereta api juga masih menyisakan polemik tersendiri. Awak media saat bertandang ke Balai Desa Semampir beberapa hari sebelumnya, namun tidak bisa bertemu Kepala Desa dan Perangkat Desa Semampir.

Baca Juga :  Kepala BPPKAD Kabupaten Gresik, A.M. Reza Pahlevi, A.P: Selamat HUT Kemerdekaan RI ke 78 Tahun"

Saat awak media ke Balai Desa Ngabetan, Kepala Desa tidak ada di tempat, maka awak media bertemu Kepala Dusun bernama Bei. Bei menyampaikan kepada awak media bahwa tu proyek Irigasi masuk Dusun Jambu Desa Semampir, sementara Material Proyek Depan Balai Desa Ngabetan, itu untuk perbaikan paving yang rusak, serta dilakukan oleh pihak PT Waskita, kami tidak terlibat sama sekali pak. Kerusakan paving terjadi, karena dilewati sebagai Jalan Alternatif Tembusan selama Pembangunan Jalan Raya Cerme pada bagian Exit Tol KLBM. Kami belum bisa juga melakukan perbaikan waduk depan balai desa, serta saluran irigasi” Kamis (06/08/2020).

Baca Juga :  Syukuran HUT Media Rakyat Demokrasi yang ke-1, Suguhkan Konsep Sosial dan Budaya

Memang hasil telisik awak media, pada bagian sisi kanan Jalan Alternatif dari Desa Semampir menuju Desa Ngabetan, jalur saluran irigasi belum ada box cluvert atau semenan irigasi, serta banyak pohon tumbang dan longsoran tanah, serta di Jalan Paving terlihat, pada beberapa bagian mengalami kerusakan.
Terpisah pemerhati Sosial dan lingkungan hidup, Mamat Genio berharap pada  Pemkab Gresik untuk mencarikan solusi terbaik agar Pembangunan Desa di Cerme tetap berjalan dan terlaksana walaupun ada Proyek Pembangunan Nasional hingga tidak mengganggu pada pembangunan Desa yang sudah direncanakan sebelumnya, pungkasnya

Baca Juga :  Pelabuhan Bongkar Muat PT Gresik Jasatama Tidak Miliki Sertifikat Lahan Dan Belum Kantongi IMB

Reporter: Harsus