BUDAYA  

Perbaikan Drainase di Perkotaan Kecamatan Gresik Terkendala Bangunan Gedung Dan Perumahan

Gapura Perum Jaya Sakti bersebelahan dengan salah satu Gang Kramat Langon Kelurahan Sidokumpul Kecamatan Gresik Jaringan Drainase belum terakses dengan saluran air di Kelurahan dan Desa Lainnya

 

GRESIK [RADARJATIM.CO-Sebentar lagi saatnya Musim Hujan tiba namun masih menjadi polemik Saluran dan Jaringan Drainase di Perkotaan Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik, banyak terkendala Bangunan Gedung dan Perumahan. Tahun 2018 yang lalu terjadi banjir maupun luapan air, berasal dari Bozeem WEP Kecamatan Gresik, kemudian membanjiri Permukiman Warga Kelurahan Sidokumpul di belakang Kantor Kelurahan.

Banjir yang terjadi Tahun 2018 tersebut, ada di beberapa gang yang ada di samping dan belakang Kantor Kelurahan Sidokumpul. Kemudian banjir sampai ke Jalan Tembus menuju Desa Tlogobendung, berbatasan dengan Sungai Kecil perkampungan.

Setidaknya saluran air di Jalan Agung Suprapto, Jalan Panglima Sudirman tersambung saluran air bawah tanah di Hotel Pesonna, menuju Perumahan Jaya Sakti di sekitar Desa Gapuro Sukolilo, Pulopancikan, serta Kramat Langon Sidokumpul.

Baca Juga :  Akibat Drainase Jebol Air Kotor dan Pesing Meluber di Pinggir Jalan Proklamasi Sidomoro Kebomas

Menurut tokoh masyarakat setempat, Usi kepada RADARJATIM menyatakan “Saluran air dan atau Drainase sebagai pembuangan air untuk Wilayah Desa Giri dan Kelurahan Sidomoro Kecamatan Kebomas, kemudian ke Bozeem Wahana Ekspresi Pusponegoro atau WEP, menuju Kelurahan Sidokumpul, selanjutnya turun ke Malik Ibrahim dan sekitarnya. Namun harusnya sudah terpecah luapan airnya menuju laut, melalui gorong – gorong Bozeem WEP ke Bak Kontrol depan Kantor Golkar, serta di bawah Hotel Pesonna, terus menurun ke Perum Jaya Sakti” Rabu (12/08/2020).

Salah satu Sudut Dranaise Perum Jaya Sakti yang terkesan tidak Aksestabel dengan Jaringan Dranaise di beberapa lokasi lain di Kecamatan Gresik

Ditambahkan Usi, namun terkendala saluran air atau gorong – gorong tersebut menyempit, tidak berimbang dengan volume atau luapan air, ditambah kurang memadainya Saluran dan Jaringan Air di Perumahan Jaya Sakti.

Baca Juga :  Musda MUI Kecamatan Driyorejo Kembali Memilih H. Khuzaini Sebagai Ketua

Usi menandaskan, maka Tahun 2018 terjadi luapan air dan banjir ke perkampungan di Belakang Kantor PDIP, dekat Makam Mbah Kau – Kau, dan Makam Mbah Kruncing maupun gang lainnya. Banjir tersebut bukti adanya persoalan serius di jaringan drainase sekitar Bozeem WEP. Kita berharap pada Pemda Gresik melalui Dinas yang berwenang untuk segera melakukan cek lokasi dan adanya upaya solusi perbaikannya sebelum musim hujan berpotensi banjir di sekitarnya yang membuat warga setempat menjadi resah.

Ketika awak media ke lokasi Perum Jaya Sakti, memang ada 2 lokasi PT Jaya Sakti, yaitu Jaya Sakti Perumahan masuk Desa Gapuro Sukolilo yang berbatasan dengan Kramat Langon Kelurahan Sidokumpul, kemudian Gudang dan Parkiran Kendaraan PT Jaya Sakti, masuk wilayah Desa Pulo Pancikan.

Baca Juga :  Calon Pengurus DPD PJI-Demokrasi Jatim Harap Audiensi di Forkopimda Bisa Terlaksana Sebelum Pelantikan

Beberapa informasi dari berbagai sumber, diperoleh awak media, yaitu berkaitan dengan saluran dranaise. Bahwa jaringan drainase mulai Sidokumpul, Sidomoro, Pulo Pancikan, Gapuro Sukolilo, Kramat Langon, dan beberapa wilayah sekitarnya, akan bermuara ke Pelabuhan yang saat ini masih proses pengerjaan Proyek Rumah Pompa Pelabuhan, sebagai salah satu fasilitas pengendali banjir sekitar, setelah Rumah Pompa di Kelurahan Lumpur.

Namun masalahnya adalah beberapa jaringan dranaise di Gapuro Sukolilo dan Pulo Pancikan, belum simetris dengan Jalan Harun Tohir yang ditinggikan, serta beberapa saluran air terhambat gedung dan hotel yang ada, serta menyambung ke Perum Jaya Sakti masih belum aksestabel.

  1. Reporter: Harsus