BUDAYA  

Pemdes Ngampel Manyar Keluhkan Armada Truk Sering Melewati Jalan Poros Desa Yang Rapuh

Perempatan Jalan Poros Desa Ngampel menuju Desa Sembayat yang sering dilewati armada truk melebihi tonase, padahal tanahnya lembek dan rapuh di kawasan area tambak (Photo: Harsus)

 

GRESIK [RADARJATIM. CO- Seringnya Armada truk-truk bertonase melebihi batas kekuatan Jalan sering kali melewati Jalan Poros Desa Ngampel dari Desa Sembayat hingga berakibat pada kerusakan Jalan Poros Desa. Pemerintah Desa Ngampel Kecamatan Manyar Gresik, sering kecolongan ketika Truk – truk Berat melebihi tonase, melewati Jalan Poros Desa Ngampel.

Kepala Desa Ngampel, Ali Mansur pada awak media mengeluhkan adanya banyak “Dum Truk memuat tanah urugan dan material bangunan, sering melintasi Jalan Poros Desa Ngampel, dari Desa Sembayat lewat pasar. Kemudian Truk-truk itu masuk melewati Desa Ngampel, namun saya sering kecolongan hingga minta bantuan warga, agar menegur para sopir truk nakal tadi. Jalan Poros Desa Ngampel yang sisi kiri jalan, sebelah Jalur Sungai Bengawan Solo, saya pernah berencana memasang portal, namun kalau dibuatkan portal kuatir warga nanti salah paham. Namun kalau dibiarkan Jalan Poros Desa yang rapuh dan lembek, akan cepat rusak, bila truk – truk melebihi 5 ton lewat jalan tersebut, karena tanah tambak. Karena diperempatan jalan poros itu, saya akan kembangkan Pusat Sentra Pelaku UKM Desa, untuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan” tutur Ali, Jum’at (14/08/2020).

Jalan Utama Desa di Pasar Sembayat saat padat pengunjung dan kendaraan berlalu lintas sampai jam 10 WIB padahal sebagai jalan utama masuk ke Desa Ngampel, Desa Pejangganan, dan Desa Morobakung Kecamatan Manyar Gresik

Ditambahkan Ali Mansur, selama ini Pemdes Ngampel sudah mengajukan Rencana Pembangunan Rehabilitasi Jalan Poros Desa Ngampel ke Desa Sembayat, sebagai jalur alternatif Jalur Pinggiran Bengawan Solo ke Jalan Raya Nasional, namun belum ada respon dari para pihak terkait. Kemudian Pembangunan TPT Pinggiran Sungai Bengawan Solo yang telah mengakibatkan abrasi tanah desa, sekitar 1 km tanah Desa Ngampel dan Desa lainnya rusak.

Hasil pantauan awak media, jalan masuk Jalan Utama Poros Desa Sembayat ke Desa Ngampel, kemudian ke Desa Pejangganan, dan Desa Moro Bakung, hanya melalui Jalan Pasar Sembayat yang sempit. Kemudian Jalan Alternatif Truk – Truk dengan Oknum sopir nakal membawa tanah urugan dan material lain, melalui akses jalan menuju pasar Sembayat.

Kemudian Jalan Poros Desa Sembayat menuju Desa Ngampel, berbelok kiri dan melalui Jalan Poros yang posisi Jalan Truk Nakal tadi, berlokasi di pinggiran Sungai Bengawan Solo yang rapuh, serta sudah banyak terkikis dan ambrol karena abrasi.

(Harsus)