Pembangunan Belum Rampung Dituduh Asal-asalan dan Mark Up Anggaran

Terlalu, pembangunan masih dalam pengerjaan dituduh asal-asalan dan melakukan Mark Up Anggaran

Gresik||radarjatim.co ~ Pembangunan tembok penahan tanah (TPT) dan peninggian jalan usaha tani (JUT) yang berlokasi di RT 02/RW 02 Dusun Iker-Iker, Desa Iker Iker Geger, Cerme, Gresik, Jawa Timur secara swakelola oleh warga dusun Iker-Iker disebut-sebut asal-asalan dan ada pengelembungan anggaran.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Iker-Iker Geger, Cerme, Gresik, Jawa Timur, Kristono menegaskan dan mempersilahkan siapa saja untuk mengoreksi dan melaporkan jika terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Kristono menambahkan, media juga harusnya mengamati dengan data bukan hanya dari asumsi-asumsi dan kata orang. Konfirmasi ke pihak terkait juga perlu dilakukan untuk kejelasnnya. “Sayangnya setelah mendapatkan konfirmasi dari pihak terkait pun, malah ditulis kebalikannya.
Itu tidak benar, kalau memang ada penyimpangan tentu juga ada bukti-buktinya,” ungkap Kristono saat bertemu dengan radarjatim.co, di balai desa, Rabu (29/11).

Bahkan, Ia juga ditulis tidak mau memberikan konfirmasi kepada media bersangkutan. “Padahal mereka kita undang dan diskusi dengan semua pihak yang turut dalam pelaksanaan proyek,” kata Kepala Desa Kristono.

Ia juga menjelaskan, saat menyuruh wartawan tersebut untuk bicara dengan humas. Yang dimaksud adalah bukan humas yang masuk dalam struktur pemerintahan seperti yang di beritakan.

Baca Juga :  Prof Henri: Presiden Tak Malu Gunakan Bansos Dukung Cawapres Gibran

Tapi Humas yang dimaksud adalah pelaksana kerjaan desa yang sekaligus jadi semacam juru bicara bila ada yang menanyakan perihal terkait proyek tersebut.

Kebetulan, tambah Kristono, pelaksana kerjaan desa adalah warga desa yang juga aktif di dalam sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). “Orangnya sangat berpotensi di dalam membantu pengawasan setiap pembangunan di desa dan membantu setiap ada keluhan warga,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan TPT dan peninggian JUT sudah sesuai aturan dan terjadwal struktur pengerjaannya.

Sementara itu, Yudi Irawan selaku Pelaksana Kerjaan Desa yang bertugas mengawasi proyek pembangunan menambahkan, pembangunan yang berlokasi di Dusun Iker Iker ini, sudah sesuai prosedur tapi memang belum selesai 100 persen.

Pembangunan TPT dan peninggian JUT yang dikerjakan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) desa ini yang dimulai sejak 30 Oktober 2023 dan direncanakan selesai pada akhir Desember 2023 sudah sesuai aturan dan terjadwal.

Bila masih ada rongga pada batu-batu yang ditata dengan perekat semen, itu memang belum selesai semuanya. “Wajar, jika melihatnya dari sisi itu saja, sehingga proyek yang masih berjalan terkesan asal-asalan. Memang belum 100 persen selesai,” urai Yudi.

Baca Juga :  Kepala BMKG Bawean Intimidasi Wartawan Saat Konfirmasi Pekerjaan Rehabilitasi Gedung Kantor

Selain itu, Yudi Irawan menambahkan, juga masih ada tahapan lanjutan yakni pekerjaan finishing. Bahkan setelah proyek selesai pun masih ada masa pemeliharaannya sebelum diserahkan ke pemerintah desa.

Mewujudkan Keinginan Warga

Pengerjaan TPT dan peninggian JUT merupakan realisasi dari rencana pada 2022. Proyek sepanjang 64 meter dan tinggi 2,5 meter dengan anggaran sebesar Rp.161.510.000,- (Seratus Enam Puluh Satu Juta Lima Ratus Sepuluh Ribu Rupiah) menggunakan dana desa.

Kepala Desa Iker Iker Geger Kristono menjelaskan, Proyek TPT dan peninggian JUT adalah satu wujud nyata dari pembanguan proyek infrastruktur desa dengan menggunakan anggaran dana desa. Sebab proyek tersebut sangat vital bagi warga dan petani sekitar.

Kristono menambahkan, pembangunan TPT dan peninggian JUT merupakan hasil dari usulan masyarakat yang telah ditampung melalui musyawarah bersama sebelumnya. Pembangunan tersebut juga bisa memberikan manfaat dan mempermudah akses jalan bagi warga dan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Baca Juga :  LAUNCHING AIR MINUM TIRTA BALURAN, BUPATI SITUBONDO BISA DONGKRAK PAD

Lebih lanjut, Ia berharap pembangunan itu bisa memperlancar para petani dalam membawa hasil pertanian saat panen dan sebagai tanggul penahan air banjir. “TPT dan peninggian JUT itu, juga berfungsi sebagai penunjang jalan lingkungan agar tidak ambles sewaktu-waktu,” ujarnya.

Pembangunan yang telah dilakukan pemerintah desa ini, dapat meningkatkan perekonomian warga. “Semua langkah yang dilakukan ini merupakan perwujudan program kerja, untuk meningkatkan kualitas perekonomian warga,” ungkap Krsitono.

Warga yang ditemui radarjatim.co di lokasi proyek juga mengapresiasi upaya pemerintah desa dalam meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pembangunan infrastruktur.

Seperti Abdul Munip (48) warga Dusun Iker-Iker RT 01 RW 02, mengungkapkan kepuasan pada pembangunan yang telah dilakukan di desanya itu. Ia juga sangat diuntungkan dengan adanya pembangunan tersebut karena sangat membantu petani.

Sementara itu, Abdul Wujud (47) merasa bersyukur dengan peninggian JUT karena sangat penting dan dapat membantu warga yang punya sawah dan tambak serta bisa sebagai penahan air banjir di saat musim hujan tiba.

(RJ/Iqn)