Pekerjaan Proyek Sumur Bor Anggaran Dana Desa 2023 Desa Sungai Rujing ”Mangkrak”

Gresik, radarjatim.co ~ Sudah memasuki anggaran 2024, pekerjaan proyek sumur bor anggaran tahun 2023 tahap 3 Desa Sungai Rujing, kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik tak kunjung rampung diselesaikan.

Saat wartawan radarjatim Saiful Anam Biro Bawean Gresik melakukan investigasi ke lapangan, senin (14/5/2024) titik sumur bor dan pipanisasi yang berlokasi di Dusun Taubat dengan anggaran Rp 139.642.000,- hanya ditemukan gulungan pipa dan material.

Untuk menguak dugaan mangkraknya proyek yang didanai dari APBN tersebut awak media mencoba mengkonfirmasi ke pekerja, informasi diperoleh jika pekerjaan tersebut diborong dengan nilai Rp. 25 juta, sudah dibor sedalam 35 meter namun air tak kunjung keluar, sesuai perjanjian dengan Pemdes Sungai Rujing jika pengeboran berpindah titik maka akan ada tambahan Rp. 5 juta untuk pemborong.

Baca Juga :  Pemprov Jatim Buka Rekrutmen CPNS dan PPPK 2024, BKD Jatim Sebut Ada 5200 Kuota Formasi

Terkait mangkraknya proyek tersebut, patut diduga oknum Kepala Desa Sungai Rujing memberikan laporan LPj palsu untuk meloloskan pencairan Dana Desa 2024.

Kepala Desa Sungai Rujing, Zaenal Abidin saat dikonfirmasi, sabtu (12/5/2024) terkait mangkraknya pekerjaan sumur bor anggaran tahun 2023, dengan entengnya dan terkesan tanpa bersalah memaparkan kendala proyek tersebut,

“Walaikum salam, Maaf sebelumnya nggak mangkrak, yang punya sumur bor (pekerja) pindah ke lain kawasan karena kendalanya di pengeboran setelah dapat 13 meter airnya tidak keluar, dan kemarin mau dikerjakan orangnya masih umroh, insyaallah dalam waktu dekat ini mau dikerjakan kembali,” Pungkas Zaenal Abidin.

Baca Juga :  Atas Curhatan Salah Satu Kades Kecamatan Menganti di Jum'at Curhat, Pentolan LSM FPSR Gresik Angkat Bicara

Sementara itu ketua BPD desa Sungai Rujing Ali Saat dikonfirmasi radarjatim mengatakan Ya.kemaren saya sempat tanya Pak Kades, jawabannya orang yang  garap sumur bor lagi umroh. Jadi akan dillanjut lagj setelah umroh, katanya, tapi sampai sekarang belum dilanjutkan. Pungkasnya.

Terpisah LSM GMBI KSM Sangkapura Junaidi sangat prihatin dengan anggaran dana Desa untuk pengadaan sumur bor  bagi warga Desa yang sangat membutuhkan air bersih tapi tidak terealisasi sebab tidak tepat sasaran Alias mangkrak itu sama halnya kurang cermat dan matang  dalam perencanaannya hingga hanya buang anggaran negara asal terserap, tegasnya.

Baca Juga :  Cegah Stunting di Pulau Bawean, Pemkab Gresik Upaya Intervensi Spesifik Penanganannya

Junaidi menambahkan untuk penggunaan anggaran dana Desa harus maksimal dengan skala prioritas jangan asal mengadakan kegiatan tapi tidak tepat sasaran atau mengerjakan proyek desa asal jadi dengan target mencari keuntungan besar dan kegiatan sumur bor itu tidak ada Tim pelaksana kegiatan (TPK) yang difungsikan dan tidak mengetahuinya . Imbuhnya

Masih Junaidi Jangan main main dengan anggaran dana Desa sebab dipantau ketat oleh semua pihak terutama Kemendes, DPMD dan inspektorat bila disalahgunakan akan beresiko hukum pidana penjara, pesan Junaidi. Selasa (14/5/2024)

(Why…. bersambung)