PDAM Giri Tirta Kibuli Komisi ll DPRD Gresik

GRESIK [RADARJATIM. CO– Komisi II DPRD Gresik merasa dikibuli oleh PDAM Giri Tirta. Sebab, penyertaan modal sebesar Rp 25 miliar yang berasal dari APBD Gresik tahun 2019 tidak sesuai dengan bussines plan ketika mengajukan permintaan dana yang disetujui oleh DPRD Gresik.“Sesuai bussines plan, seharusnya penyertaan modal sebesar Rp 25 miliar dari APBD Gresik digunakan untuk perluasan cakupan jaringan pelanggan dengan pemanfaatan jaringan perpipaan pelanggan. Kenyataannya sampai saat ini, baru direalisasikan sebesar Rp 3,6 miliar. Kami jangan dikibuli.Ini jelas tak sesuai dengan bussines plan, Ketika mengajukan permintaan penyertaan modal,”tandas Wakil Ketua Komisi II, MSyahrul Munir dengan nada geram, Kamis (08/10)

Menurut politisi PKB ini, sisa dana penyertaan modal pasti diparkir oleh PDAM Giri Tirta dengan disimpan atau didepositokan ke bank. Tak heran, kalau pendapatan usaha non air di PDAM Giri Tirta lebih besar dari￾pada bisnis inti yakni usaha air. Dicontohkan pada tahun 2019 lalu, total pendapatan usaha PDAM Giri Tirta dari usaha air sebesar Rp 148,1 miliar. Kemudian pendapatan usaha non air sebesar Rp12,7 miliar dan pendapatan di luar usaha sebesar Rp 999 juta.

Sedangkan beban PDAM Giri
Tirta sebesar Rp 146,8 miliar. Rinciannya, beban sumber, beban pengolahan, beban trandist, beban umum dan administrasi, serta beban di luar usaha.“Jadi, laba PDAM Giri Tirta justru lebih besar dari usaha non air. Padahal, usaha inti dari PDAM Giri Tirta adalah jualan air. Padahal pendapatan deposito dari penyertaan modal saja, bisa operasional PDAM, ”ucap dia.

M Syahrul Munir mengingatkan PDAM
Giri Tirta merupakan perusahaan daerah yang core bussines yakni layanan air bersih, bukan memutar keuangan layaknya perbankan.
“Kalau hanya memutar uang yang berasal dari penyertaan modal, menunjukkan PDAM tak bisa kerja dalam bisnis inti. Bisa jebol perusahaan daerah kalau dibiarkan terus begini,”papar dia.

Hal senada dibenarkan Ketua DPRD Gresik  Moch Abdul Qodir yang telah menerima surat dari PDAM Giri Tirta tentang realisasi penggunaan dana APBD tahun 2020.
“Memang sesuai perda (Perda) No 16
Tahun 2015 tentang penyertaan modal pada PDAM Giri Tirta sebesar Rp 25 miliar. Dana itu telah dicairkan pada akhir Desember 2019 lalu,”papar dia.
Dalam surat PDAM Giri Tirta yang
ditandatangani Dirut PDAM Giri Tirta Siti
Aminatus Zariah dijelaskan, realisasi masih sebesar Rp 3, 674 miliar. Sehingga, tersisa sebesar Rp 21, 326 miliar.
“Kita minta agar penyertaan modal digunakan sesuai dengan bussines plan ketika mengajukan,”pungkas dia.

Sementara itu, Dirut PDAM Griri Trta Siti
Aminatus Zariah kepada Awak media j mengatakan, Komisi III DPRD Gresik kemarin sudah dikirimi surat penjelasan terkait dengan proyek PDAM dan sudah diterima.“Namun kenapa sekarang jawaban dewan kok berbeda. Kami sekarang sedang berupaya
keras melakukan perbaikan dan penambahan sarana dan prasarana penunjang sumber air Umbulan dan BGS untuk didistribusikan kepada masyarakat,”tandas dia.
Risa- sapaan akrabnya meminta dewan
tidak hanya bisa mengkritisi melainkan
membantu mencarikan solusi atas berbagai hal yang kini sedang dikerjakan oleh PDAM Giri Tirta Gresik

Terpisah Pemerhati masyarakat konsumen, Mamat Genio menilai kinerja Direksi PDAM Giri Tirta Gresik sangat lemah dan lamban dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan Pada masyarakat pelanggan sampai saat ini belum ada progressifnya seperti banyak pengaduan dari Pelanggan sebab airnya Mampet berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun di Kelurahan Trate Sidokumpul, Sidorukun indah dll belum lagi yang mengeluhkan naiknya tagihan rekening air yang berlipat ganda padahal airnya sangat sering mampet, ini artinya sama saja pelanggan dikibulin juga oleh PDAM Giri Tirta

Mamat sapaan akrab menambahkan, kita sangat menyesalkan Pada Dirut PDAM yang mengatakan DPRD jangan hanya mengkritisi saja tapi berikan solusi,itu artinya sama dengan melecehkan DPRD Gresik yang sudah memberikan solusi yakni penyertaan modal puluhan miliar nilainya cukup besar dari APBD Gresik namun tidak mampu dikelola dengan baik untuk peningkatan perbaikan pelayanan pada pelanggannya,

Lanjut mamat kalau hanya melakukan deposito atau memarkir anggaran, Anak-anak kecilpun dapat melakukannya Hal ini sebagai indikator kinerja PDAM Giri Tirta amburadul, tidak profesional dan malas kinerjanya, sudah saatnya diganti Dirut kalau tidak mumpuni dalam menjalankan Manajemen Direksi PDAM dengan baik dan benar tapi yang lebih aneh lagi dibiarkan oleh dewan pengawas PDAM Giri Tirta Gresik masih kata mamat apa kinerjanya selama ini hanya terkesan makan gaji buta, imbuhnya. Sabtu (10/10/2020)

(Red)