Komisi lll DPR RI Minta Polri Usut Tuntas Perampasan Tanah Warga di JllPE Gresik

Komisi lll DPR RI, Arteria Dahlan saat rapat dengan Polri minta usut tuntas perampasan Tanah Warga di JllPE Gresik

 

GRESIK [RADARJATIM .CO.-Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan meminta Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk menuntaskan persoalan tanah rakyat untuk kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Jatim).

Baca Juga :  Kepala Desa Pandanan Kecamatan Duduksampeyan mempersoalkan Gapura Perbatasan Gresik - Lamongan

Hal itu dikatakan Arteria dalam Raker Komisi III DPR RI dengan Kapolri dan jajaran nya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta,

Arteria mengungkapkan hingga kini ada 600 hektar tanah rakyat yang belum dibayar demi pengembangan kawasan JIIPE. Pengembang JIIPE adalah PT BKMS (PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera).

Baca Juga :  BPD Gresik Menolak Rencana Bimtek Peningkatan Aparatur Desa

“Alasan belum dibayarnya tanah rakyat karena JIIPE ini berlindung dibalik status PSN (proyek strategis nasional). Jika kami melakukan pembelaan terhadap rakyat disana pun terbentur status PSN,” papar Arteria.

Inilah kawasan lahan JIPE Gresik diperkirakan ada 600 hektar tanah milik warga yang diduga dirampas oleh oknum mafia tanah orang dekatanya Bupati belum terbayarkan

Arteria menegaskan, rakyat dikawasan JIIPE tak pernah menerima uang, tapi tanah mereka sudah dirampas dan dimanfaatkan oleh pengembang JIIPE.

Baca Juga :  Menembak Triwulan II Tahun 2021 Kodim Tipe A 0831/Surabaya Timur

“Perkara ini sudah sampai di Mabes Polri. Ada juga peran Syaiful Arif, orang dekat Bupati Gresik dalam persoalan ini. Kami minta semua ini dibongkar, karena kita sudah dua tahun menanti ,” tegas Arteria.

(Red/rj)