Gresik || Radarjatim.co – Banjir tahunan selalu menjadi permasalahan serius yang dihadapi oleh warga Gresik terutama Gresik selatan, Salah satu penyebab utama adalah meluapnya Kali Lamong. Ketika musim hujan tiba, debit air Kali Lamong meningkat pesat dengan cepat dan meluap ke permukiman sekitarnya. Banjir yang terjadi akibat Kali Lamong telah menyebabkan kerugian yang signifikan bagi masyarakat luas.
Seperti yang melanda sejumlah rumah warga dan beberapa fasilitas umum yang berada di Kecamatan Balongpanggang, Gresik, Jawa Timur, terendam banjir akibat luapan Kali Lamong, ada sekitar enam desa yang terendam dengan ratusan rumah warga terdampak.
Muhammad Amri selaku Camat Balongpanggang mengatakan bahwa ada enam desa yakni Desa Wotansari, Sekarputih, Banjaragung, Dapet, Ngampel dan Karangsemanding mengalami banjir akibat luapan air Kali Lamong yang mulai merendam enam desa tersebut sekitar pukul 05.00 WIB, Pagi.
“Sementara ini paling parah di alami Desa Wotansari, ketinggian air mencapai 10 hingga 60 sentimeter. Beberapa ruas jalan poros desa terendam hingga 500 meter, jalan lingkungan 1.220 meter, 270 rumah warga dan 35 hektare area pertanian,” Lanjut Amri kepada rekan media, Jumat (08/12/2023).
Beliau menambahkan untuk saat ini banjir di Desa Banjaragung, ketinggian air mencapai 20 sampai 30 sentimeter. Merendam jalan lingkungan 100 meter dan 50 hektare area pertanian. Juga dialami Desa Banjaragung, ketinggian air mencapai 20 sampai 30 sentimeter. Merendam jalan lingkungan 100 meter dan 50 hektare area pertanian.
Sedangkan di Desa Ngampel, ketinggian air sekitar 20 sentimeter. Merendam jalan lingkungan 100 meter, dua rumah dan 5 hektare area pertanian. Di Desa Karangsemanding, ketinggian air mencapai 30 sentimeter. Merendam jalan poros desa dan jalan lingkungan 100 meter, 15 rumah warga dan 15 hektare area pertanian.
di Desa Sekarputih, ketinggian air mencapai 30 hingga 50 sentimeter, merendam jalan lingkungan 600 meter, 95 rumah warga dan area pertanian 30 hektare. Desa Dapet, ketinggian air 20 sampai 30 sentimeter. Merendam jalan lingkungan 500 meter, 20 rumah warga dan 15 hektare area pertanian,” Jelasnya.
“Akibat hujan yang sangat deras di Gresik, Mojokerto dan Lamongan pada Kamis (7/12/2023) kemarin, membuat debit air Kali lamong meningkat. Sehingga air meluber ke jalan beberapa poros desa, jalan lingkungan, rumah warga, juga beberapa fasilitas umum bahkan area pertanian di wilayah kecamatan Balongpanggang,” Ucap M. Amri.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik Darmawan Menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada, meskipun banjir ini sudah biasa bagi mereka. Saya juga berharap, supaya kades (kepala desa) yang terdampak juga mengimbau kepada warganya terutama untuk anak-anak.
Selain di Kecamatan Balongpanggang, banjir luapan Kali Lamong saat ini juga menerjang beberapa desa di Kecamatan Benjeng. Ada tiga desa di Kecamatan Benjeng yang turut terimbas banjir yakni, Desa Bangkelo Lor, Sedapurklagen dan Deliksumber, Pungkas Dermawan kepala pelaksana BPBD Gresik.
(Rois)
