Gegara Masuk Pekarangan, Seorang Pria Dikroyok Hingga Tewas

Surabaya || radarjatim.co~Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menetapkan empat tersangka dalam kasus Pengeroyokan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia di depan rumah jalan Kelantan Kota Surabaya, Rabu,(15/3/2023).

Empat pelaku pengeroyokan terhadap korban KR (60 Th) berinisial, AG (32th), laki-laki beralamatkan di Jl. Pabean Cantikan, MM (27th) laki-laki beralamatkan di Labang Kab. Bangkalan, HRT (34th) laki-laki, seorang Satpam beralamatkan di Kembangan Surabaya, RLN (47th) laki-laki beralamatkan di Jl. Indrapura Surabaya dan satu pelaku WD, yang sekarang masih dalam pencarian orang (DPO).

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Herlina mengungkapkan, Kasus penggeroyokan hingga mengakibatkan KR tewas diduga terkena benturan benda tumpul yang mengenai kepala korban.

Peristiwa terjadi sekira pukul 03.30 Wib, saat itu korban KR memasuki pekarangan rumah milik LB, Selanjutnya LB merasa ketakutan merasa ada orang tak dikenal kemudian LB menelpon AG, dan disusul dengan MM dan WD.

Setelah sampai di tempat kejadian perkara, AG memperingatkan korban agar keluar dari pekarangan LB, setelah mendapat peringatan KR langsung memberikan perlawanan dengan melempar batu hingga mengenai kepala AG. Merasa dirinya terkena lemparan batu akhirnya AG memenggil security berinisial RLN dan HRT, untuk membantu mengamankan korban.

“Pada saat pelaku diamankan, korban berontak dengan melawan security hingga korban dikeroyok oleh para pelaku ,kata AKBP Herlina.saat menggelar konferensi pers, Kamis (16/3/2023).

Ia menambahkan, setelah korban tak berdaya, para pelaku memborgol kedua tangan korban dengan mengikat kedua tangan korban dan kaki korban hingga sampai korban meninggal dunia.

“Selain mengamankan empat pelaku,polisi juga menyita barang bukti diantaranya, satu borgol besi, dua tali rafia warna hitam serta tali Rafia warna abu abu .dan satu handphone merk infinix warna biru berisi vidio rekaman,” jelasnya

Atas perbuatannya kini para pelaku di jebloskan sel tahanan Polresta Tanjung Perak guna proses hukum lebih lanjut.

“Pasal yang disangkakan terhadap pelaku dijerat dengan pasal 170 ayat (2) ke (3)KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” pungkas perwira berpangkat dua melati dipundaknya.
(Ark)