Dump Truk Muat Batu Bara Beroperasi di Jalan Raya Gresik Langgar Jadwal Operasional dan Rambu Larangan Parkir

Terlihat dump truk bertutup terpal biru ada bekas batu bara di baknya. Disinyalir banyak dump Truk dengan muatan batu bara beroperasi di Manyar yang beroperasi melanggar Jadwal Operasi, serta Parkir Sembarangan  sekitar Pertigaan Exit Tol Manyar Gresik.

 

GRESIK [RADARJATIM. CO- Sebagaimana awak media beberapa hari lalu menjumpai banyak dump truk muat tanah urugan, material bangunan, batu bara dll, dan juga Trailer Peti Kemas parkir seenaknya di area ada rambu larangan Parkir, anehnya lokasinya depan Pertigaan Exit Tol Manyar Kabupaten Gresik. Sejak bulan yang lalu wak media memantaunya banyak dump truk nakal atau bandel tetap melanggar rambu larangan berhenti atau parkir di lokasi tersebut padahal kemarin sudah ditertibkan bahkan ditilang para sopir dump truk tersebut oleh Satlantas Polres Gresik.Senin (7/9/2020)

Hasil penelusuran awak media sekitar Pukul 14.30 WIB saat melewati Kawasan Industri dekat Polsek dan Kantor Kecamatan Manyar, melihat ada dump truk yang di baknya, ada bekas batu bara menempel yang ditutup terpal biru Truk terlihat melintasi di Pertigaan Exit Tol Manyar.

Sementara ada rambu jadwal dump Truk dengan muatan batu bara dan galian C melewati Jalan Raya Manyar tersebut, diperbolehkan pada Pukul 05.00 – 08.00 WIB, serta Pukul 15.00 – 18.00 WIB. Bersamaan saat itu, ada Aksi Warga Desa Sukomulyo Kecamatan Manyar, di Depan PT KAS atau Pabrik Mie

Ada rambu jadwal Operasi Dump Truk Batu Bara dan Galian C yang ada di Sekitar Pertigaan Exit Tol Manyar, ada juga depan salah satu Kawasan Industri dekat Kantor Polsek dan Kecamatan Manyar Gresik. Rambu Jadwal Operasi ini masih sering dilanggar Dump Truk dengan muatan batu bara dan Galian C di Gresik, Selasa (8!/9/2020)

Menurut warga setempat, Suut menyampaikan pada awak media “Sering nampak dump trukbertutup  terpal warna biru keluar dari salah satu Kawasan Industri Manyar, namun ada beberapa memang yang bergerak di bidang batu bara, Migas, Pengolah bahan baku coklat, serta memang sempat ada Lahan yang akan diurug tanah di Manyar” Selasa (08/09/2020).
Menurut Pengamat lingkungan hidup dan sosial, Zainur Rofiq saat menyampaikan pada awak media “Memang ada informasi pihak PT. GJT atau Terminal Batu Bara di Jalan RE Martadinata, sekitar Kelurahan Kroman dan Lumpur, serta Kelurahan lainnya, GJT belum punya ijin yang lengkap, serta banyak melanggar aturan ramah ligkungan dan Tata Kelola Perusahaan yang baik. Selain itu kemarin sudah dinyatakan tidak boleh beroperasi, namun Pemerintah dan DPRD Kabupaten Gresik belum ada keputusan efektif atas PT. GJT, pihak yang berwenang (berwajib mesti menertibkan dan menindak  tegas tanpa tebang pilih pada para oknum sopir dump Truk yang melanggar peraturan dan undang-undang lalu lintas,jelasnya.

Reporter: Hari Susilo