Diduga Takut Bobroknya Pengelolaan BOS terungkap, Kepsek UPT SDN 28 Gresik Blokir Nomor Wartawan

Gresik, radarjatim.co. , ~Salah satu perilaku kurang baik dari sebagian oknum pejabat di negeri ini adalah memblokir nomor kontak Wartawan, Tujuan utama dari pemblokiran itu tidak lain adalah agar si Wartawan tidak dapat menghubunginya lagi di kemudian hari.

Seperti yang dilakukan oleh Kepala Sekolah UPT SDN 28 Gresik, Tri Agustiani yang dengan cepat memblokir Nomor Wartawan yang Konfirmasi terkait penggunaan Dana BOS.

Padahal pengelolaan dan penggunaan dana BOS harus transparan dan tidak boleh ditutup-tutupi.

Sikap Tri Agustiani yang seolah sengaja menghindar saat dikonfirmasi wartawan terkait pengelolaan dan penggunaan dana BOS tersebut menjadi sorotan dan menimbulkan pertanyaan.

Pegiat Anti Korupsi, Sahar Sulur mengaku sangat prihatin dengan sikap dan perilaku Tri Agustiani yang mengambil jalan pintas, memblokir nomor kontak Wartawan ketika merasa terganggu saat dihubungi.

Baca Juga :  Upaya Menteri Pertanian Menghadapi Pandemi Covid-19

“Kecuali jika terkait dengan modus penipuan, pengancaman dan sejenisnya, bolehlah nomor kontak si penelpon atau pengirim pesan SMS/WA diblokir. Namun, jika Wartawan yang mempertanyakan kinerja pejabat, menyampaikan aspirasi, keluhan, dan sebagainya, hal seperti ini semestinya dijawab dengan baik dan ditindak-lanjuti sesuai tugas pokok dan fungsi si pejabat atau aparat tersebut,” terang Pria Asli Bawean ini. Sabtu (11/5/2024).

pemblokiran tersebut menyebabkan terhambatnya komunikasi terkait temuan dugaan penyimpangan penggunaan Dana BOS di lembaga tersebut.

“Ini pengalaman harian kita sebagai wartawan. Para oknum pejabat itu kemungkinan mengalami sakit kepala, pusing tujuh keliling mencari alasan, alibi, dan argumentasi atas pertanyaan kritis wartawan terhadap kinerjanya yang tidak becus, ‘koruptif,’ dan sewenang-wenang. Ini erat kaitannya dengan penyakit mental pengecut akut yang diidap sebagian oknum pejabat dan aparat di negeri ini,” tambahnya.

Baca Juga :  Alergi dan Hindari Wartawan Saat Konfirmasi Proyek Pembangunan Kelas Baru, Ada Apa Kepala UPT SD Negeri 129 Gresik

Bahkan, pejabat atau aparat yang awalnya sangat welcome, bisa tiba-tiba berbalik dan memblokir nomor ponsel seketika saat awak Media mencium adanya gelagat penyelewengan yang dilakukan sang pejabat.

“Ada beberapa oknum pejabat yang awalnya bersikap baik dan komunikatif, namun tiba-tiba memblokir nomor. Mungkin karena ingin menutup diri agar tidak ketahuan lebih banyak kebobrokannya yaa. Oknum itu ada di hampir semua level,’ ungkapnya.

Terkait blokir-memblokir nomor kontak itu, Sahar menegaskan bahwa seluruh perangkat penyelenggara pemerintahan, mereka itu hidupnya dibiayai dari uang rakyat, yang mereka kelola adalah juga uang rakyat tidak semestinya menutup diri dari hubungan komunikasi dengan Masyarakat maupun Wartawan.

Baca Juga :  Edukasi Pencemaran Air, WCD Adakan Sayembara Ubah Sampah Jadi Seni

Oleh karenanya, Sahar menghimbau agar para pejabat dan aparat segera sadar diri bahwa dia ada di posisi jabatan itu adalah semata-mata untuk melayani rakyat.

“untuk yang bersangkutan, Segeralah kembali ke jalan yang benar, gunakan handphone pembelian dari uang rakyat untuk melayani rakyat dengan baik, bukan menutup diri dengan memblokir nomor kontak rakyat. Jika tidak ingin diganggu rakyat, silahkan berhenti dari jabatan Anda, mari bergabung dengan rakyat kebanyakan, dan kita pelototi bersama para pejabat yang ada agar melaksanakan tupoksinya dengan baik,” pungkasnya. (Dajjal).