BUDAYA  

Data, Penerima BST Kemensos RI di Gresik Disinyalir Tidak Akurat

8aat Pencairan BST dari Kemensoos RI di Balai Desa ,Sukorejo Sidayu Gresik

Gresik [RadarJatim. Co- Bantuan Sosial Tunai atau BST Kementerian Sosial RI, merupakan Bansos Covid-19 yang bersifat sementara, namun tidak ada pengajuan dan pendataan dari Desa atau Kabupaten Gresik. Sementara Pendataan dan Pengajuan Bansos lainnya, seperti BLT Dana Desa, BLT JPS APBD Kabupaten Gresik, JPS APBD Propinsi Jawa Timur pendataan serta pengajuannya melalui Musyawarah Desa, kemudian diajukan ke Bappeda Gresik, selanjutnya di Verval Dinas Sosial dan dibuat Perbup, selanjutnya dicairkan.

Untuk menelisik lebih jauh terkait BST Kemensos, awak media mendapatkan informasi pada sekitar tanggal 10 Juni 2020 ada pembagian BST di Desa Sukorejo Kecamatan Sidayu, saat itu Pembagian BST untuk tiga (3) Desa, yaitu Desa Sukorejo, Gedangan, dan Lasem. Saat awak media bertanya ke Petugas Kantor Pos di Balai Desa Sukorejo, salah satu Pegawai Kantor Pos menjawab “Ya pak saat ini pembagian BST Kemensos untuk tiga desa, namun untuk kejelasannya bisa ke Kantor Pos Pusat Gresik di Jalan Dr. Sutomo, maaf kami tidak bisa memberikan informasi apapun terkait BST, untuk saat ini kami bagikan ada 24 Keluarga penerima manfaat (KPM di Desa Lasem, Desa Gedangan 33 KPM, serta Desa Sukorejo 21 KPM” (10/06/2020)

Baca Juga :  Indahnya Berbagi Kebahagian di Bulan Ramadhan Bersama Media Metroposnews.id

Data penerima bantuan Sosial Kemensos RI  di Tiga Desa Kecamatan Sidayu Gresik 

Pada tanggal 11 Juni 2020, awak media bertanya ke Kepala Kantor Pos Gresik Sofyan, saat itu Sofyan menyampaikan ke awak media “Kami di Kantor Pos mendapatkan Jatah sekitar 13271 KPM atau Keluarga Penerima Manfaat untuk BST Kemensos, serta sekitar 2700 masih dipending dulu, karena diniai masuk kategori kurang layak, meninggal dunia, pindah, NIK dan No KK bermasalah, serta para KPM tersebut dobel dapat Bansos lain. KPM ini dapat bansos lain seperti sudah dapat BLT DD, JPS APBD Gresik, BPNT, dan atau dapat PKH”. Selain itu ditambahkan oleh Sofyan “Selain kantor pos, ada yang juga mendistribusikan BST Kemensos, yaitu HIMBARA atau Himpunan Bank Negara, sekitar 1200 an KPM BST dibagikan lewat bank – bank negara, sehingga BST dibagikan pada 15.000 an KPM BST di Kabupaten Gresik”.

Baca Juga :  Warga Menganti Menjerit Akibat Dampak Limbah Cair B3, Kemana DLH Gresik

Untuk ini awak media menelisik ke Kepala Desa Banyuwangi Kecamatan Manyar Arief Effendi, saat itu Arief Effendi menyampaikan “Benar kami tidak pernah mengajukan data KPM untuk BLT BST Kemensos, serta tiba – tiba kami dapat jatah beberapa warga, namun ada yang sudah pindah serta dapat BLT DD atau JPS APBD Gresik, maupun dapat Bansos BPNT atau PKH, sehingga kami kembalikan sebagian” (03/07/2020). BST Kemensos ini bagaikan “Durian Jatuh”, karena tanpa pendataan dan pengajuan, namun tiba-tiba datang kayak tamu tak diundang. Namun temuan di lapangan, selama ini program SIKS NG yang bertujuan sebagai pendataan up date warga miskin, namun tidak berjalan efektif, serta kebanyakan penerima BST bukan data dalam SIKS NG yang dikirim pihak desa. (Harsus)